Senin, 04 November 2019

Masak Special dengan Bonanza Beef

November 04, 2019 0 Comments
Apa kabar MenTemen, masak apa hari ini? Jangan pernah bosen masak ya BukIbuk, demi kesejahteraan perut keluarga hehe :D
Sabtu kemarin aku tuh ke Mal Puri Indah buat ikutin cooking demo by Chef Gabby. Ada 3 menu yang diajarkan, yaitu, Gyu Don, Steak with mushroom sauce dan Beef Oseng Cabe Ijo. Rasanya jangan ditanya, ManTul (Mantap beTul) karena ketiga menu memakai Bonanza Beef.


MenTemen udah tau Bonanza Beef? Bonanza adalah produk dari PT. Great Giant Livestock, perusahaan yang mempunyai peternakan sapi sendiri dan source sapi dari Australia untuk produk daging. Jadi sapi-sapi dari Australia di impor ke Lampung, dirawat dan diprlakukan sangat baik, dengan pakan perkebunan disekiling Farm. Jadi pakannya aman, dan salah satu pakannya yaitu Kulit Nanas. Kandungan nanas sangat baik, karena mengandung Enzyme Bromelain yang dapat membuat daging menjadi empuk juga dapat memecah protein. Jadi kualitas daging dihasilkan terjamin karena telah melewati pengawasan dari hulu ke hilir.

Kalau aku lebih berasa aman beli daging di supermarket daripada di pasar. Kenapa? Karena dari segi kualitas, dan cara penanganan lebih terjamin. Bicara dalam proses dari peternakan hingga sampai di supermarket, setelah proses pemotongan daging dengan cara halal, daging dibersihkan dan digantung untuk proses aging. Lalu dikemas dalam vacum untuk menjaga kesegaran, meningkatkan keempukan dan menghasilkan citarasa yang lebih kuat. Setelah itu, daging sapi Bonanza ditaruh di Cold Storage yang mana dalam tehnik quality control yang dapat dipertanggung jawabkan, lalu dikirimkan ke restaurant atau supermarket yang mana kondisi daging sudah bersih dan siap untuk dijadikan bahan masakan.

Sekarang sudah tau prosesnya ya MenTemen, jadi ga khawatir lagi. Kalau beli dipasar aku pribadi agak ragu karena tidak tahu asal muasalnya, juga prosesnya gimana. Jadi aku pribadi lebih pilih beli daging yang berkualitas dan paham akan asal muasal dagingnya. Dan yang pasti aku lebih pilih akan kebersihan dari daging tersebut, terhindar dari lalat yang menempel. Dan yang lebih penting lagi membeli daging disupermarket lebih terjamin ASUH (Aman, Sehat, Utuh, Halal)

Balik ke cooking demo, resep pertama yang dimasak yaitu Gyu don. Masaknya sangat mudah, ga perlu lama², cocok banget buat Ibu bekerja ataupun Irt yang super sibuk kayak saia haha :D
Yang perlu disiapkan pertama Bonanza Beef Gyu Don, sudah tersedia dalam kemasan yang bisa MenTemen beli disupermarket terdekat. Bahan lainnya, bawang bombay, bawang putih yang sudah dicincang, dan Teriyaki sauce. Caranya tumis bawang bombay dan bawang putih hingga wangi, masukkan beef Bonanza gyu don, aduk sebentar sampai berubah warna, beri teriyaki sauce, kasih sedikit air dan kocokan telur, beri garam sesuai selera. aduk sampai matang. Gyu Don siap disajikan dengan nasi hangat.

Resep Kedua Steak with mushroom sauce memakai daging Bonanza Tenderloin atau Sirloin. Sauce nya memakai susu HomeTown Dairy yaitu produk susu murni yang diproduksi PT. GGL juga. Karena terbuat dari susu murni, sehingga hasil sausnya lebih creamy. Untuk tingkat kematangan bisa disesuaikan dengan selera MenTemen. Aku pribadi lebig senang Medium Well, tingkat kematangan daging matang tetapi masih juicy.

Resep ketiga Oseng Sapi Cabe Hijau memakai Beef Bonanza Knuckle. Ga perlu lama² memasak, daging yang dihasilkan empuk. Memasaknya pun mudah, bahan yang diperlukan bawang merah, bawang putih dan cabe hijau yang sudah diiris dioseng dalam minyak panas, masukkan daging dan sedikit air. Masak sampai cabe hijau matang dan tidak bau langu. Tambahkan garam sesuai selera, Oseng Sapi Cabe Hijau siap disajikan.

So MenTemen, jangan lupa stock yang banyak Bonanza beef nya, mau masak apapun jadi special kalau masaknya pakai Bonanza Beef.



Sabtu, 02 November 2019

Deteksi Dini & Pengendalian Risiko Stroke

November 02, 2019 2 Comments
Dalam rangka memperingati Hari Stroke sedunia pada tanggal 29 Oktober, aku ikut menghadiri temu blogger yang diadakan digedung kemenkes dengan pembicara Dr. Cut Putri Ariani dan Dr. dr. H. Al-Rasyid Sp.S (K) membahas Pencegahan dan Pengendalian Faktor Risiko Penyakit Stroke.

Stroke merupakan penyebab kematian nomor 2 setelah jantung, dan merupakan penyebab kecacatan nomor satu bagi orang yang selamat dari serangan stroke. Stroke adalah terputusnya aliran darah ke otak, umumnya akibat pecahnya pembuluh darah ke otak. Stroke merupakan penyakit tidak menular dan dapat dicegah. Faktor resiko Stroke diantaranya merokok, hipertensi, diabetes, sakit jantung, kurang aktifitas fisik, pola makan buruk, alkohol dan narkotik.

Berdasarkan riset kesehatan dasar (RISKESDAS) tahun 2018, kejadian stroke di Indonesia menunjukkan peningkatan setiap tahunnya. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM), Kementrian kesehatan RI bekerjasama dengan perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia berbagi tips mudah mengenali gejala stroke.

Bagaimana mengenali Stroke? SEGERA KE RS istilah kata apabila menemukan tanda-tanda seperti :

  • SEnyum tidak simetris, atau mencong kesatu sisi, sulit menelan air minum secara tiba-tiba. 
  • GErak separuh anggota tubuh melemah secara tiba-tiba, biasanya tubuh bagian kanan.. 
  • bicaRA pelo, tiba-tiba bicara tidak nyambung. 
  • KEbas / baal serta kesemutan separuh badan. 
  • Rabun, pandangan satu mata kabur, terjadi secara tiba-tiba. 
  • Sempoyongan, sakit kepala hebat yang tidak pernah dirasakan sebelumnya. Juga mengalami gangguan fungsi keseimbangan, seperti terasa berputar, gerakan sulit dikoordinasi.
Kalau gejala stroke terlihat, seperti mati rasa, lemah, lumpuh pada wajah, lengan ataupun kaki pada sisi tubuh, gangguan visual, gangguan bicara, pingsan,  pasien harus segera dibawa ke UGD RS dalam waktu kurang dari 2 jam. Pasien perlu secepatnya mendapatkan penanganan  tim medis dalam waktu periode emas stroke yaitu 4,5 jam untuk mencegah resiko kematian dan juga cacat permanen. Sesampainya di rumah sakit, pasien perlu melakukan CT Scan untuk mengetahui jenis stroke nya. Jadi jangan coba-coba menusukkan jarum ke jari, tetapi segera ke UGD RS supaya lebih cepat ditangani dengan benar.

Deteksi dini faktor resiko Stroke dan promosi hidup sehat sejak dini perlu digalakkan dan diterapkan agar memperkecil kejadian faktor resiko dan stroke. Jika sudah terlambat, penangannya akan lebih sulit. Langkah pencegahan sangat penting untuk menghindari serangan stroke. Menerapkan gaya hidup sehat adalah kunci untuk mencegah berbagai jenis penyakit, termasuk stroke.

Faktor resiko stroke ada 2 macam yaitu faktor resiko stroke yang bisa dirubah dan yang tidak bisa dirubah. Faktor yang tidak dapat dirubah seperti umur, jenis kelamin, ras tertentu dan juga faktor genetik. Sedangkan faktor yang bisa dirubah seperti hipertensi, obesitas, merokok bisa di cegah dan dihindari dengan merubah pola hidup yang sehat. Makan makanan yang bergizi dan juga membatasi makanan yang mengandung garam, gula dan lemak secara berlebihan.

Stroke terjadi karena adanya penyumbatan pembuluh darah diotak. Juga bisa terjadi karena ada pendarahan, karna pecahnya pembuluh darah diotak.

Pencegahan stroke ada 2 macam yaitu :
  1. Primer,  dengan prilaku hidup sehat, mencegah kejadian stroke awal melakui identifikasi faktor resiko dan mengobati faktor-faktor resiko tersebut.
  2. Sekunder, dengan mencegah kekambuhan stroke pada pasien yang pernah mengalami stroke dan juga tetap mengobati faktor-faktor resiko.
Selain itu faktor resiko stroke bisa dicegah dengan cara dari diri sendiri, dengan memeriksakan diri secara berkala melalui rumah sakit atau posbindu. Olahraga secara teratur, hindari stres karena stres merupaka. pemicu hipertensi. Hentikan kebiasaan merokok dan juga diet seimbang. Juga dengan memantau dan memeriksa tensi darah secara rutin agar gejala stroke dapat diatasi sejak dini.

Upaya yang telah dilakukan Kementerian Kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Penyakit Kardioserebrovaskuler dengan mengkampanyekan perilaku CERDIK. Kita harus CERDIK :
C : Cek kesehatan secara berkala
E : Enyahkan asap rokok
R : Rajin beraktifitas fisik
D : Diet sehat
I : Istirahat cukup
K : Kelola stres

Data menunjukkan 1 dari 4 orang mengalami stroke. Jangan sampai kita menjadi salah satu diantaranya, #DontBeTheOne
Mari kita terapkkan perilaku hidup sehat agar kita bisa lebih berdaya, lebih produktif dan bermanfaat buat orang di sekeliling kita. Diakhir acara aku berkesempatan foto dengan narasumber dan teman-teman blogger :)

#TanpaStrokeSDMUnggul