Senin, 14 Oktober 2019

#GerakanLawanObesitas dan World Sight day 2019


Berkesempatan hadir dalam rangka Hari Penglihatan Sedunia 2019 dan juga Hari Obesitas Sedunia 2019 bertempat di gedung Kemenkes dengan pembicara Ibu dr. Cut Putri Ariani M. H. Kes selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular.
Di Indonesia 13.5% orang dewasa umur 18 tahun keatas kelebihan berat badan. Sementara pada anak usia 5-12 tahun  sebanyak 18.8 % kelebihan berat badan dan 10.8% mengalami obesitas. Peningkatan angka obesitas umumnya dikaitkan dengan kebiasaan seseorang yang mengkonsumsi makanan dengan jumlah energi lebih dari yang dibutuhkan.

Sebelum membahas lebih lanjut tentang obesitas, apa sih obesitas? Obesitas merupakan penumpukan lemak yang berlebihan akibat ketidakseimbangan asupan energi dengan energi yang dibutuhkan. Obesitas merupakan penyakit tidak menular (PTM) tetapi bisa berakibat buruk dimasa depan. Dampak dari obesitas meningkatkan resiko stroke, hipertensi, serangan jantung, varises, juga radang sendi.

Seseorang bisa dikatakan obesitas bila lingkar perut pada laki-laki >90cm dan wanita >80cm. Pada keadaan seperti itu akan berdampak pada peningkatan trigliserida dan penurunan kolesterol HDL. Obesitas juga bisa berdampak perburukan asma, nyeri pinggang, pembentukan batu empedu bahkan bisa henti nafas saat tidur.

Yang menyebabkan seseorang obesitas :

  • Faktor Genetik 
Bila salah satu orangtuanya menderita obesitas maka peluang anak menjadi obesitas sekitar 40-50%. dan apabila kedua orangtuanya menderita obesitas maka peluang faktor keturunan menjadi 70-80%.
  • Faktor Lingkungan
Pola makan, asupan energi yang berlebih menyebabkan kelebihan berat badan dan obesitas. Makanan yang mengandung banyak lemak serta kurangnya serat menjadi penyebab ketidakseimbangan energi. 
Pola aktifitas fisik, kurangnya gerak menyebabkan energi yang dikeluarkan kurang maksimal sehingga menyebabkan resiko obesitas.
  • Faktor obat-obatan dan hormonal
Obat-obatan jenis steroid yang sering digunakan dalam jangka waktu lama untuk terapi asma dapat menyebabkan nafsu makan meningkat, sehingga bisa menyebabkan resiko obesitas. Hormonal yang berperan dalam kejadian obesitas antara lain hormon leptin, ghrelin, tiroid, insulin, dan estrogen.

Obesitas dapat dicegah, dengan mengatur keseimbangan energi. Energi yang masuk harus lebih sedikit dibandingkan dengan energi yang dibutuhkan. Selain itu pencegahan obesitas dengan cara :
  1. MPASI mulai usia 6 bulan
  2. Tidak makan sambil nonton atau main game
  3. Membiasakan membawa bekal setiap hari
  4. Perbanyak aktifitas fisik diluar ruangan
  5. Makan dengan aneka bahan pangan, cukup serat
  6. Tidak merokok dan minum alkohol
  7. Makan dengan gizi seimbang
  8. Melakukan aktifitas fisik secara baik, benar, teratur, dan terukur.

Nah mulai sekarang saatnya jaga asupan makanan kita, jangan lupa cek lingkar pinggang dan berat badan secara berkala. Syukurnya selama ini standar berat badanku lumayan seimbang. Karena aku dibilang gemuk ya tidak juga, dibilang kuruspun tidak. Beda dengan suami, yang pernah mengalami kelebihan berat badan sampai 100kg. Ampun dhe, tapi sekarang sudah turun menjadi 80kg dengan menjaga pola makan dan diet seimbang dengan membiasakan makan buatan sendiri sehingga kita tahu seberapa asupan yang kita makan.




World Sight Day 2019
Mata adalah "Jendela dunia" karena mata adalah organ sensoris paling penting. 80% informasi berasal dari penglihatan.

Dalam rangka hari penglihatan sedunia, pembicara Bapak Sidhiq Ketua PERDAMI Indonesia mengatakan gangguan penglihatan merupakan masalah global. Masalah mata bila diabaikan dapat menyebabkan kebutaan. Masalah mata berdampak pada setiap kelompok umur dan kesejahteraan mereka. Seperti :

  • Lanjut usia : katarak, glaukoma, AMD (degenerasi makula)
  • Usia sekolah sampai dari 40th : kelainan refraksi (perlu kacamata)
  • Bayi : ROP (retinopati pada bayi prematur)
  • Penderita diabetes : renopati diabetik

Lebih dari 1 milyar orang tidak dapat melihat dengan baik karena tidak memiliki akses kacamata. padahal 3 dari 4 kasus penglihatan dapat dihindari. 90% gangguan penglihatan terdapat diwilayah penduduk berpenghasilan rendah. 82% kebutaan terjadi pada usia 50 tahun atau lebih. 80% gangguan penglihatan termasuk kebutaan dapat dicegah dan ditangani.

Tips menjaga kesehatan mata :

  • Pada anak-anak perlu pencahayaan yang baik, terutama saat membaca dan belajar. Perlunya melakukan kegiatan outdoor setiap harinya untuk mencegah rabun jauh. 
  • Pada orang dewasa terutama diatas 40tahun, selain perlunya pencahayaan yang baik, perlunya mengkonsumsi makanan sehat dan menghindari paparan UV-B, menghindari rokok dan alkohol juga mencegah cedera saat bekerja dan  baiknya menggunakan pelindung mata.
  • Hindari menggunakan gadget terlalu lama.
  • Konsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin A.
  • Istirahat yang cukup dan melakukan olahraga mata secara teratur. 
Pada world sight day atau hari penglihatan sedunia ini, mari kita memastikan bahwa setiap orang dimanapun bisa memiliki akses yang sama kesarana pelayanan kesehatan mata. Sehingga setiap orang dapat mempunyai kualitas hidup yang lebih baik.

Aku pribadi mengalami masalah kesehatan mata. Banyak faktor yang menyebabkan mataku kering, diantaranya alergi debu. Karna aku sering menggendarai motor, dari sana timbul masalah gangguang pada mata. Terus terang biaya berobat yang tidak sedikit sempat menjadi kendala buatku. Kini pemerintah menyediakan instalasi kesehatan untuk rutin mengecek kesehatan mata melalui posbindu, puskesmas, klinik juga rumah sakit. Dengan begitu dharapkan gangguan mata dapat diatasi sejak dini.

#MataSehatSdmUnggul
#GerakanLawanObesitas




9 komentar:

  1. waa aku udah lama banget nih nggak ngukur lingkar pinggang dan nimbang berat badan , kayanya akhir akhir ini naik drastis karena sering wisata kuliner hehehe

    BalasHapus
  2. Wii mantul keren banget nih acaranya. Eh tp itu klo makan sambil nnton/main hp bisa mencegah obesitas ya hhi baru tau

    BalasHapus
  3. Gerakan lawan obesitas merupakan gerakan agar berkurangnya penderita dan dampak obesitas sangat menakutkan

    BalasHapus
  4. Aku juga sedang berusaha menurunkan berarti badan nih... Tks infonya

    BalasHapus
  5. Aku baru tau ternyata obesitas bisa dipengaruhi oleh genetik juga. Dan presentasenya cukup tinggi, ya. Apalagi yang kedua orangtuanya obesitas. Harus jaga pola hidup sehat banget nih biar gak obesitas dan gak menurunkan risiko obesitas ke anak.

    BalasHapus
  6. Aku juga besar nih kak..
    Awal besar karena pernah disuntik obat. Nih skrg lg berusaha nurujin tp susah..
    Tulisannya bermanfaat sekali kak.

    BalasHapus
  7. ku juga sedang berusaha mengembalikan tubuh ke berat badan normal. rutin olah raga sama makan makanan berserat tinggi... ayo semangat lawan pbesitas

    BalasHapus
  8. iyaa sekarang semakin banyak orang yang obesitas. Karena banyak juga tawaran diskon dari Junk Food. Karena kesibukan Junk food juga menjadi solusi untuk makan, karena cepat dan praktis

    BalasHapus
  9. Aku banget nih obesitas, lagi berjuang akunya menurunkan berat badan 10kg mba. Bahaya juga terlalu berlemak ya

    BalasHapus